Jenis-Jenis APAR dan Kegunaannya untuk Situasi yang Berbeda

jenis apar dan kegunaannya perlu dipahami agar penanganan kebakaran tepat. Artikel ini membahas fungsi APAR sesuai risiko kebakaran.

Jenis APAR dan kegunaannya menjadi pengetahuan dasar yang sering dianggap sepele, padahal memiliki peran krusial dalam keselamatan kerja dan perlindungan aset. Dalam banyak kasus kebakaran di lingkungan kerja, kerugian besar bukan terjadi karena api yang tidak bisa dipadamkan, melainkan karena keterlambatan atau kesalahan penggunaan alat pemadam api yang tersedia. Oleh karena itu, memahami fungsi setiap jenis APAR bukan hanya kewajiban teknis, tetapi bagian dari manajemen risiko yang bertanggung jawab.

Secara prinsip, APAR dirancang untuk memadamkan kebakaran pada tahap awal. Ketika digunakan dengan benar dan sesuai jenis kebakaran, APAR mampu mencegah api berkembang menjadi insiden besar yang membahayakan keselamatan manusia dan kelangsungan operasional.

Pentingnya Menyesuaikan APAR dengan Jenis Risiko Kebakaran

Kebakaran tidak terjadi dalam satu bentuk yang sama. Sumber api, material yang terbakar, dan kondisi lingkungan menentukan cara penanganannya. Badan keselamatan kerja internasional seperti Occupational Safety and Health Administration (OSHA) menegaskan bahwa penggunaan APAR yang tidak sesuai dengan klasifikasi kebakaran dapat memperburuk situasi, termasuk meningkatkan risiko cedera pada pengguna.

Di Indonesia, regulasi keselamatan kerja dan standar proteksi kebakaran juga menekankan pentingnya kesesuaian alat pemadam dengan potensi bahaya di lokasi kerja. Dengan kata lain, keberadaan APAR saja tidak cukup; ketepatan jenis dan pemahaman pengguna menjadi faktor penentu efektivitasnya.

cara menggunakan apar

Jenis APAR dan Kegunaannya

APAR Air (Water)

APAR berbasis air digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A, yaitu kebakaran yang melibatkan bahan padat non-logam seperti kayu, kertas, kain, dan plastik. Air bekerja dengan cara menurunkan suhu material yang terbakar hingga api padam.

Namun demikian, APAR air tidak boleh digunakan pada kebakaran listrik atau cairan mudah terbakar. Menurut National Fire Protection Association (NFPA), penggunaan air pada sumber listrik aktif dapat menyebabkan sengatan listrik dan memperbesar risiko kecelakaan kerja.

APAR Busa (Foam)

APAR busa dirancang untuk kebakaran kelas A dan B, khususnya yang melibatkan cairan mudah terbakar seperti bensin, minyak, atau pelarut kimia. Busa bekerja dengan menutup permukaan bahan bakar dan memutus suplai oksigen ke api.

APAR jenis ini banyak digunakan di area industri, gudang bahan kimia, dan area parkir. Studi proteksi kebakaran menunjukkan bahwa busa efektif menekan penyebaran api cair, asalkan digunakan sesuai prosedur dan tidak diarahkan langsung ke sumber api dengan tekanan berlebihan.

APAR Serbuk Kimia (Dry Chemical Powder)

APAR serbuk kimia merupakan jenis yang paling umum ditemukan karena fleksibilitasnya. Alat ini dapat digunakan untuk kebakaran kelas A, B, dan C, termasuk kebakaran yang melibatkan peralatan listrik bertegangan.

Menurut panduan keselamatan kebakaran NFPA, APAR dry chemical efektif memutus reaksi kimia api dengan cepat. Namun, residu serbuk yang ditinggalkan dapat merusak peralatan elektronik dan membutuhkan pembersihan khusus setelah penggunaan.

APAR Karbon Dioksida (CO₂)

APAR CO₂ digunakan untuk kebakaran kelas B dan C, terutama pada area dengan peralatan listrik dan elektronik. Gas karbon dioksida bekerja dengan mengusir oksigen di sekitar api dan menurunkan suhu pembakaran.

Keunggulan APAR CO₂ adalah tidak meninggalkan residu, sehingga aman untuk ruang server, laboratorium, dan ruang kontrol. Namun, OSHA mengingatkan bahwa penggunaan CO₂ di ruang tertutup harus dilakukan dengan hati-hati karena dapat mengurangi kadar oksigen dan membahayakan pengguna jika tidak diikuti prosedur yang benar.

APAR Bahan Kimia Basah (Wet Chemical)

APAR bahan kimia basah dirancang khusus untuk kebakaran kelas K, yang melibatkan minyak dan lemak pada suhu tinggi, seperti di dapur komersial. APAR ini bekerja dengan membentuk lapisan sabun (saponification) yang menurunkan suhu dan mencegah api menyala kembali.

Berdasarkan panduan keselamatan dapur komersial, penggunaan APAR selain wet chemical pada kebakaran minyak panas berisiko menyebabkan percikan api dan penyebaran kebakaran yang lebih luas.

Dampak Kesalahan Pemilihan APAR

Kesalahan dalam memilih jenis APAR dapat berakibat fatal. Selain gagal memadamkan api, penggunaan alat yang tidak sesuai berpotensi memperbesar kebakaran, merusak aset, dan membahayakan keselamatan pekerja. Laporan keselamatan kerja menunjukkan bahwa banyak insiden kebakaran kecil berkembang menjadi besar karena ketidaktahuan pengguna terhadap fungsi APAR yang tersedia.

Dalam konteks bisnis, kesalahan ini tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada reputasi dan keberlanjutan operasional. Oleh karena itu, edukasi mengenai jenis APAR dan kegunaannya menjadi bagian penting dari sistem keselamatan kerja.

Peran Manajemen dalam Sistem Proteksi Kebakaran

Manajemen memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa APAR yang tersedia sesuai dengan potensi risiko di lingkungan kerja. Hal ini mencakup pemetaan risiko kebakaran, penempatan APAR yang tepat, serta pelatihan rutin bagi karyawan.

Banyak perusahaan mulai melengkapi sistem internalnya dengan dukungan jasa keamanan profesional untuk memastikan standar keselamatan berjalan konsisten. Pendekatan ini membantu organisasi tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

Salah satu contoh pendekatan terintegrasi tersebut diterapkan oleh City Guard, yang memposisikan keselamatan kerja dan proteksi kebakaran sebagai bagian dari sistem keamanan menyeluruh, bukan sekadar kewajiban administratif.

Kesimpulan

Memahami jenis APAR dan kegunaannya merupakan langkah mendasar dalam membangun sistem keselamatan kerja yang efektif. Setiap jenis APAR memiliki fungsi spesifik yang harus disesuaikan dengan potensi kebakaran di lingkungan kerja.

Bagi perusahaan dan pengelola fasilitas, memastikan penggunaan APAR yang tepat bukan hanya soal kepatuhan, tetapi bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan manusia dan keberlanjutan bisnis. Ketika proteksi kebakaran dikelola secara profesional dan berbasis pengetahuan yang benar, risiko dapat ditekan sebelum berubah menjadi kerugian besar.

F.A.Q.

Apa itu APAR dan mengapa penting di tempat kerja?
APAR adalah alat pemadam api ringan yang digunakan untuk memadamkan kebakaran tahap awal dan mencegah api meluas.

Apakah satu jenis APAR bisa digunakan untuk semua kebakaran?
Tidak. Setiap APAR dirancang untuk jenis kebakaran tertentu dan penggunaan yang salah dapat berbahaya.

Siapa yang bertanggung jawab memastikan APAR sesuai risiko?
Manajemen dan pengelola fasilitas bertanggung jawab memastikan jenis, jumlah, dan penempatan APAR sesuai potensi bahaya.

Apakah karyawan perlu dilatih menggunakan APAR?
Ya. Pelatihan penggunaan APAR sangat penting agar alat dapat digunakan secara efektif dan aman saat keadaan darurat.

Konsultasikan Keamanan Gratis Bersama Kami